CASE STUDY : PENERAPAN INTERVENSI TERAPI PUZZLE TERHADAP GANGGUAN MEMORI PASIEN DENGAN STROKE ISKEMIK
Kata Kunci:
Gangguan Memori, Stroke Iskemik, Terapi PuzzleAbstrak
Gangguan memori merupakan salah satu komplikasi kognitif yang umum terjadi setelah stroke iskemik, yang berdampak negatif terhadap kemampuan individu dalam menjalankan aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup. Salah satu pendekatan rehabilitasi yang digunakan untuk memulihkan fungsi kognitif, khususnya memori, adalah Terapi Puzzle. Intervensi ini bersifat non-farmakologis dan didesain dalam bentuk stimulasi kognitif yang terstruktur dan menyenangkan, sehingga mampu meningkatkan motivasi pasien selama masa pemulihan. Penelitian ini berbentuk studi kasus yang bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Terapi Puzzle terhadap gangguan memori pada pasien pasca stroke iskemik, termasuk gambaran asuhan keperawatan serta kondisi pasien sebelum, sesudah, dan selama pemberian terapi. Desain yang digunakan adalah pre-post test yaitu pasien dengan gangguan memori ringan hingga sedang setelah mengalami stroke iskemik. Terapi Puzzle diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi setiap sesi antara 20 hingga 25 menit. Alat ukur perubahan fungsi kognitif yang digunakan yaitu instrumen Montreal Cognitive Assessment (MoCA) yang di nilai sebelum dan setelah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor MoCA dari 21 menjadi 25 setelah terapi, dengan perbaikan signifikan terutama pada aspek memori jangka pendek, perhatian, dan fungsi eksekutif. Selain itu, pasien juga melaporkan adanya peningkatan dalam kemampuan menjalani aktivitas sehari-hari serta motivasi yang lebih tinggi selama proses rehabilitasi.